telusuri jejak nyale


Tinjauan Nyale orang sasak dengan Nyale orang sumba

orang-orang sedang menangkap nyale http://www.indonesia.travel

Lima hari setelah purnama pada bulan ke-10 pada Kalender Suku Sasak menandakan sebuah kejadian besar yang berulang tiap tahunnya.  Seorang Rato atau pemimpin kepercayaan animisme Marapu yang diyakini masyarakat di Nusa Tenggara mengukur hari pasti datangnya kejadian yang dinantikan itu. Bau Nyale atau ‘mencari cacing laut’ beraneka warna adalah saat-saat yang ditunggu ribuan orang yang bergerombol mencari jutaan nyale yang menggulung menepi ke bibir pantai di Pulau Lombok, salah satu gugusan pulau di Nusa Tenggara.

Dengan kemegahan pakaian tradisionalnya, para Rato sepakat akan satu hari yang telah dihitung, dengan berdiri di atas batu nisan menghadap bulan yang merona penuh. Warga yang mendapat kabar segera melakukan ritual sebelum hari besar yang ditunggu datang. Biasanya ayam dimasak dan ketupat dibuat. Bila darah masih terlihat pada usus ayam(pada saat ritual adat berlangsung) atau warna coklat kemerahan nampak pada ketupat, maka sesuatu kejadian pilu akan berlangsung saat Pasola, pesta rakyat Pulau Sumba berbentuk permainan di atas kuda dan melempar lembing sebagai tanda syukur atas panen berlimpah(baca : Pasola).

proses bau nyale orang lombok

proses bau nyale orang lombok

Legenda mengatakan bahwa dahulu kala, Putri Mandalika dari Lombok yang cantik rupawan menolak pinangan beberapa pangeran(baca: bau nyale orang sasak), dan akhirnya memilih untuk mengorbankan dirinya ke laut agar kecantikannya dapat dinikmati bukan saja oleh para pengeran, tapi juga para penduduk yang selalu memuja dan memujinya. Saat terbenam dalam gelombang laut, Putri Mandalika berubah wujud menjadi apa yang sekarang dikenal dengan nyale, dan terjadi pada hari yang sama.

Di daerah pulau Nusa Tenggara(NTB), Bau Nyale dan Pasola adalah kombinasi dari dua acara budaya yang tak berbanding, selain keajaiban Komodo yang fenomenal dan juga keheningan air di Danau Kelimutu, danau tiga kawah yang menampilkan tiga warna berbeda pada penikmatnya. Menjadikan Nusa Tenggara sebagai tujuan wisata adalah satu hal yang tak akan disesali walau cerita di balik legenda ini begitu dramatis. Lebarkan peta Nusa Tenggara dan mulailah susun agenda perjalanan berpetualang Anda berikutnya.

Sampai saat ini penulis sangat penasaran dengan kedua cerita rakyat tersebut yg terus melegenda di daerah nusa tenggara hinggah ke mancanegara.adalah sangat mustahil jika kedua pulau tersebut tidak ada keterkaitan nene moyang mereka kalau kita melihat dari keterkaitan nama NYALE yang sama dari penghuni lautan selatan itu.di sumba ada suku lobo yg juga hampir sama dengan nama pulau Lombok_NTB(baca:).adalah mungkin saja suku Lobo itu adalah orang2 lombok.ada masih banyak cerita rakyat yg penulis belum merangkumnya baik dari cerita rakyat NTB maupun dari orang sumba sendiri.
kedepannya penulis akan mencoba mencari tau keberadaan jembatan batu(lende watu) yg juga konon cerita orang sumba bahwa jembatan itu pernah ada dan mengubungkan antar kedua pulau tersebut.dan juga motif kain adatnya yg hampir sama.sekian dulu ulasan penulis..samapai jumpa dilain kesempatan.
jika ada diantara pembaca yg mempunyai link terkait cerita2 tersebut tolong di share ya..😛😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s