AS Minta China Klarifikasi Serangan Ke Google


AS Minta China Klarifikasi Serangan Ke Google

Laporan investigasi yang menyebut adanya serangan terkoordinasi yang berasal dari China terhadap layanan Google, Adobe Systems, dan lebih dari 30 perusahaan AS mendapat perhatian serius pemerintah Negeri Paman Sam itu. Menteri Luar Negeri AS Hillary Rodham Clinton bahkan sampai mengeluarkan pernyataan khusus terkait masalah tersebut.

“Kami telah diberitahu Google mengenai tuduhan tersebut, yang menimbulkan keprihatinan sangat serius dan banyak pertanyaan. Kami menunggu penjelasan dari pemerintah China,” ujar Hillary Clinton dalam pernyataannya yang dirilis pada Selasa (12/1/2010) malam di situs resmi pemerintah AS.

Google menyatakan, serangan yang mulai dideteksi pada pertengahan Desember 2009 lalu itu tidak lagi bisa ditoleransi. Serangan yang ditujukan kepada infrastruktur Google itu ditengarai mencoba mencuri hak cipta teknologi yang digunakan Google. Serangan yang bersumber dari China sebelumnya sudah sering dikeluhkan sejumlah pembaga pemerintah di AS, tetapi baru kali ini perusahaan besar mengeluhkannya.

Momentum ini juga dimanfaatkan Hillary untuk menekankan kebebasan berbicara di internet. Ia mengatakan akan berbicara mengenai hal tersebut minggu depan dan memantau perkembangan masalah yang tengah dihadapi Google saat ini. Selain serangan terkoordinasi dari China, Google juga menjadikan dugaan penyusupan terhadap e-mail para aktivis HAM China sebagai alasan untuk mengakhiri sensor internet dan pertimbangan untuk menutup operasinya di China.

Sementara itu, Serangan terhadap akun Gmail yang disinyalir datang dari mata-mata China, memaksa Google mengambil tindakan. Raksasa internet ini telah mengeluarkan ancaman yang isinya rencana hengkang dari Negeri Tirai Bambu itu untuk selamanya.
Ya, Google mengancam akan hengkang dari China, setelah menyadari pembobolan terhadap akun-akun Gmail. Google mengatakan, mata-mata China telah menyerang mereka serta 20 perusahaan lain.

Menurut investigasi dari Google, serangan itu ditujukan untuk melacak pergerakan aktivitis hak asasi manusia di seluruh dunia yang memakai layanan e-mail Google.

Lusinan akun Gmail para aktivis yang berbasis di Eropa, China dan Amerika telah rutin diakses pihak ketiga dengan memakai malware yang disuntikkan dalam komputer.

Berang akan serangan ini, Google mengeluarkan pernyataan bahwa mereka tak akan lagi melakukan penyaringan pada mesin pencari mereka di China. Google, semenjak didirikan di China pada tahun 2006, memang terpaksa tunduk pada peraturan China bahwa mereka harus memfilter konten-konten, semisal yang berbau pornografi dan menyangkut isu sensitif.

Salah satu kantor google yang berpusat di China. (Berita SuaraMedia)Lebih jauh lagi, melalui blog resmi Google, mereka mengatakan, jika tidak ditemukan jalan tengah antara Google dan China, maka Google akan segera hengkang.

“Kami telah memutuskan tak lagi menyensor Google.cn, dan kami akan berdiskusi dengan pemerintah China tentang bagaimana kami bisa mengoperasikan mesin pencari tanpa filter namun sejalan dengan hukum. Kami menyadari, ini akan berujung pada penutupan Google.cn dan berpotensi juga pada penutupan kantor kami di China.”

Google sendiri menyadari keputusan mereka tersebut sangatlah berat. Mereka menjelaskan bahwa langkah ini disetir oleh para eksekutif di Amerika Serikat, tanpa mereka tahu bahwa pekerja di China telah bekerja sangat keras untuk membuat Google.cn sukses.

Sejauh ini, Google memang tetap bertahan di negara potensial tersebut, meski tekanan penyensoran terus dilancarkan pemerintah. Meksipun begitu, mereka belum mampu menjadi no.1 di China dan masih kalah dengan pemain tuan rumah, Baidu.com. Dari berbagai sumber: www.suaramedia.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s