Arti sebuah kehilangan


Aku punya cerita baru tapi ini kisah belasan tahun kemarin sudah terlewatkan.ini baru kushare ke semua sahabat Karedy13645 karena kisah ini baru kusadari betapa terharu dan sedihnya aku akan bagaimana rasanya kehilangan seorang Ayah, kekasih atau seorang keluarga kita.dan akupun terinspirasi untuk menulisnya

pagi itu seperti biasanya orang di desa, bangun pagi menyiapkan api unggun untuk panaskan air membuat kopi hangat. saat itu keluargaku sedang dilanda cobaan badai yang sangat dasyat.terkerap kali kami hampir terjatuh dan bangkit lagi.cobaan demi cobaan menghampiri keluargaku, baik dari pasokan makanan yg semakin menipis, kas keluarga juga semakin merosot.intinya keadaan ekonomi kami pada saat itu sangat berada diambang kehancuran.saat itu Ayahku sedang terbaring sakit di kamar tuaNya dengan beralaskan tikar terbuat dari pandan anyaman Ibuku sendiri.Ibuku pintar anyam-anyaman loh..

Ayahku menderita dengan waktu begitu lama hingga akhir hayatNya.menurut diagnosa DR, beliau mengidap sakit kangker di bagian bawah rahangNya sehinggah Beliau tidak bisa mengkonsumsi makanan keras.kebayang nggak jika seorang tidak bisa konsumsi makanan lalu dengan apa Dia bisa pertahankan hidupnya.bagi kami Ayah adalah Orang yg taat Agama sehinggah Diapun tidak mau diobatin oleh Dukun.ada kalimat yg masih saya ingat yg sering keluar dari Mulut Beliau “JIKA MEMANG TUHAN MASIH INGINKAN AYAH HIDUP DIDUNIA INI YANG PASTINYA AYAH AKAN SEMBUH” luarbiasa nggak?. diasaat kami yang seharusnya menghibur Ayah namun  terbalik Ayah yang menghibur kami, menghibur menghapus air mata kami. Saya sangat bangga memiliki seorang Ayah yg sangat bijak “TERIMAKASIH AYA UNTUK SEMUANYA”. Disaat Bahtera Iman kami mulai terkoyakkan layarNya namun Ayah yg menguatkan kami.kataNYa “yang walupun Ayah pergi jau menurut kalian namun Ayah tetap ada dan mengiringi langkah kalian”.selama setahun Ayah berbaring sakit dikamarNya dan sangat membuat kami begitu dirundung duka yang cukup lama. saat itu aku baru beranjak dewasa dan seharusnya aku menikmatin masa-mas remajaku layaknya anak-anak yang lain, namun berbanding terbalik dengan kisah pilu itu, aku putus sekolah karena ekonomi keluargaku mengalami penurunan yg sangat signifikan.

Pagi itu seperi kebiasaan kami.., saya dan Ibu sedang berduaan didapur sambil menuggu air mendidi untuk membuat teh panas buat Ayah dan keluarga dirumah. disaat kebisuan itu dari mulut ibuku berucap “NAK..KAYAKNYA AYAH TIDAK BISA  TERTOLONG LAGI”. akupun terkejut dan menatap wajahNya.aku melihat diroman wajahNya ada sedih yg begitu mendalam, aku melihat mataNya yang ingin sekali mengeluarkan air mataNya, namun Ibu berusaha menahanya, Dia nggak mau memperlihatkan rasa sedihNya itu pada anak-anakNya. Dari Bola mataNya terlihat ada genangan air mata yg ditahan.mataNya berkaca-kaca.pun dalam hatiku berucap“Bu..sangat hebat” sambil aku bangun dan duduk disampingNya dan merangkulNya.Terbayang sedih nggak jika seorang kekasih kita pergi begitu lama dan takakan mungkin kembali lagi..??😦

Setiap hari, setiap detik sangat kelihatan badan Ibu semakin kurus.pasokan makanan sudah menipis ditambah dengan sakit Ayah yang membuatNya sedih nggak tertahankan. biaya pengobatan sangat mahal namun itu bukan menjadi soal bagi kami demi kesehatan Ayah jika masih bisa kami melihatNya dalam waktu yang lama lagi. Namun takdir Tuhan tidak terelakan lagi , besar Cinta Tuhan tehadap Beliau untuk kembali kepangkuanya. Ayahpun pergi meninggalkan kami untuk selamanya. pada jam sekitaran pukul 11: 30 wita malam ditahun 2001 Ayah meninggalkan kami. Air mata Ibu yg selama ini ditahanNya tidak bisa lagi dibendungi, Ibu menangis histerius akan kepergian Seorang yang begitu Dia Cintai.kamipun berusaha mengibur Ibu dengan berbagi cara namun nihil.

Saat itu komplitlah duka keluargaku..kami dirundung duka yg cukup lama setelah kepergian Ayah.kami mulai membangun hidup baru dengan bimbingan Ibu sebagaimana pengganti posisih Ayah sebagai kepala keluarga.

saat ini cobaan itu datang lagi.. kakak ku dirundung sakit lagi disaat aku lagi dinegeri orang untuk menggapai cita-citaku..

Tuhan cobaan apalagi yang Kau berikan..belum cukupkah Engkau Ambil Orang-orang yang kami cintai?

Cerita ini kupersembahkan bagi shobat bloger yg lagi dirundung cobaan yang sama, yg begitu dalam..untuk terus bertahan dan jangan goyah dalam ImanMu..apapun AgamaMu. Tuhan itu masih ada. masih setia melihat kita dan Dia tetap menepati  janjiNya untuk membahagiakan, bagi umatnya yang setia dengan perkara yang Dia berikan.

cerita ini sengaja kubagikan bagi semua shobatku untuk kalian jadikan renungan sebagaimana rasahnya Jika orang Tua kita akan pergi untuk selamanya. sengaja untuk kunalarkan ini utuk kalian bisa merasakan apa juga aku rasakan dan bisa kalian bagikan bagi siapapun untuk dia merasakannya dan mulai bersyukur masih bisa memiliki  Orang tua yang begitu mengasihinya.

tapi perlu diingat bahwa terkerapkali apa yg kita rasakan adalah sulit untuk org lain merasukinya, siapun dia.entah dia adalah org terdekatmu ataupun tidak.pun jangan disalahkan jika disaat itu dia tersenyum dan bahkan dia tertawa melihat tingkahlaku kita yg lagi menangis tiba2 karena sedihnya yg kita alami. sebagaimanapun mengaktualisasikan diri kita buat mereka pahami keadaan kita dan bhkan kitapun dituntut buat kita yg harus pahami mereka.

mencobah menguasai diri untuk lingkungan.. dan Hanya pada_MU yg tau apa kami butuhkan…bagi pembaca yang budiman mohon do’anya ya… dan thankz telah mau membacakan tulisan sederhanaku ini..
penulis Naduskaredy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s