DIA DALAM CERITA


KETIKA ANAK MEMBUTUHKAN KASIH SAYANG ORANG TUA

Malam ini aku ingin mengajakmu bercerita tentang berbagai kisah disekitar kita,lingkungan sekitar kita yg begitu polemik.ada yg menarik ada pulah memiluhkan,ada yg menangis ada pulah yg hidup dengan kebahagiaan.entah apapun latarbelakannya itulah hidup.hidup berdamping dengan sesama dan bertingka sosial sebagaimana kodrat setiap insan manusia.

Hidup ini adalah anugerah yg sangat luarbiasa dari yang mahakuasa, entah apa sebutanmu namun aku percaya bahwa kamu setuju dengan nama itu. Ini adalaha cerita yang malam mini memaksakan aku untuk menunda jam tidurku, naluriku berkata untuk beranjak cepat menuliskan terhadap apa yg sedang aku pikirkan.

Malam ini aku ingin mengajak kamu berdiam sejenak disamping dan setia mendengarkan ceritaku,bukan mengajakmu untuk berimajinasi atau berhayal tentang hari esok tapi tentang realita disekitar kita.aku ingin kau ketahui dan sadar terhadap apa yang sedang terjadi disekitarmu dan kemudian memberikan nilai tersendiri dalam hidupmu. Apakah kamu mempunyai tetangga?, jika ya, pun aku sama pertimu.tapi sajau mana kamu ketahui apa yg terjadi disekitarmu tentunya kita berbeda. Setiap hari dimana siang adalah hari yang super sibuk bagi setiap orang,pun setiap harinya kita menghadapi berbagi persoalan entah itu adalah datangnya dari diri kita sendiri atau orang lain itulah bagian dari hidup kita .Seperti biasanya dipagi hari aku bangun dan memulai aktivitasku selangkah dari pintuh rumahku,itulah hari-hariku, bagamana denganmu apakah sama dengan aku?.

Aku ingin berkata tentang kehidupan berkeluarga, yang tentunya dikatakan keluarga jika ada suami,istri dan anak, lalu bagaimana dengan yg tidak memiliki anak? Aku sendiri bingung menjawapnya sebap aku bukan sang pemikir tapi manusia biasa yang hidup sesuai kodaratnya.inspirasiku malam ini untuk menulis adalah berawal dari menonton suatu film bertemakan sebuah keluarga yang awalnya didasari dengan cinta lalu berakhir dengan kebencian dan lalu bercerai tanpa memikirkan orang lain.egoisme mereka lebih menonjol daripada anak mereka yang menjadi korban pertengkaran mereka.lalu bagamainan dengan anda apakah kamu pernah melihat kisah seperti itu?, tentunya ya karena itu bukanlah hal sulit untuk ditemukan namun lumrah terjadi. sorry papa I need YouPernah kamu bertanya langsung pada seseorang alasan mereka bercerai? Jika ya apa jawaban mereka.tentunya berwarna bukan?.sayapun punya cerita tentang seseorang sahabatku yang barusan bercerai diusia pernikahan mereka yg masih dini, mereka menjawab “jika mereka sudah tidak saling mencintai lagi lalu apalah gunanya memperthankan lagi hubungan ini” itu ucapan mereka.dan bagiku itu sungguh naïf dan diluar akal manusia.ya..bagi orang yang terbiasa akan mengatakan adalah hal wajar dan relative terjadi. Lalu bagaimana dengan anak mereka?, mereka mengatakannya akan siap menafkahinya sampai dia dewasa dan bisa mandiri, dan juga mengerti seperti apa arti hidup itu. Sungguh malang nasip menjadi seorang anak yg kehilangan kehangatan dari kedua orang tuanya. Dimanakah arti dari seorang ayah dan ibu yang katanya sebagai pengasu?, tentunya anak bukan semata membutuhkan kontribusi material namun kasih sayang dari kedua orang tua.ketika dia menjatuhkan air mata ingin ada yang mehapuskannya, ketika tanganya tak sanggup mengangkat nasi kemulutnya ada kedua orang tuanya yang siap menyuapnya,atau ketika dia membutuhkan dongen dimalam hari ada orang tuanya yang senantiasa bercerita untuknya.

Ini adalah fenomena manusia yang terjadi diantara kita. Sadarkah kau bagaimana sikap orang tua jaman sekarang?, mereka berlomba-lomba meciptakan hukum untuk mengatakan TRUE pada perceraian. Dulu manusia perdana melaksanakan hukum langsung dari sang HIKMAT tapi sekarang merubah hanya demi nafsu belaka. Banyak dalil-dalil hukum mengatasnamakan Sang Hikmat Itu.mereka mengatakan ini dari Dia yang telah menjadikan kita.wah..memang hebat manusia itu….!!!. otaknya diciptakan untuk memfitna.

Setiap hari kau dan aku mendengarkan perceraian dimana-mana, baik lewat media cetak, media online, maupun media TV dan bahkan melihat langsung.bercerai dan kawin dengan yang mudah.yang tua mencari yang mudah begitupun yang muda tidak ketinggalan jaman mencari yang tuan sebagai pasangannya. Ya…mungkin kita tersenyum saja atau bahkan tertawa melihat kisah-kisah itu. Manusia berlomba-lomba mencipatakan norma-norma sebagai pedoman hidupnya namun tidak ketinggalanpun menciptakan berbagai alasan untuk melawan norma itu. Hmmmmmm.. memang tantangan hidup sebagai manusia sangat tidak muda. Akhir ceritaku semoga kau bukan diantara kisah ini…sampai jumpa dilain cerita…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s