HARI INI MENJADI WARISAN HARI ESOK


Bunyi suara ayam berkokok dipagi itu diikuti riakceria suara burung mewarnai suasana mentari pagi di pedesaan tempat kelahiranku. Aku terbangun disambut senyuman manis dari sang ibu tercinta kami.
kopi hangat suguhan ibu sudah tersedia diatas bale bamboo rumah dimana kami  dilahirkan.”silahkan diminum nak” sembari ibu padaku.
Jam itu sekitaran pukul 06:00 wta adalah hari pertama aku menikmati liburanku bersama keluarga yang sudah sekian lama kurindukan.pagi itu kami duduk bersama, ngobrol bareng sambil sesekali diikutin canda tawa dari kami.sudah biasanya mereka menanyakan kabarku selama dirantauan dan aku pun bertukar pikiran dengan mereka.asik pokoknyaDSC01483

Suasana hati yang penuh dengan kedamaian terpancar dari setiap ucapan mereka. Kejujuran dan keikalasan menjalanin hidup menjadi kebiasaan yang mereka lakukan.hidup berkecukupan namun tetap beryukur tentu menjadi sikap yang sulit kita temukan dizaman ini bukan?.namun suasana hati seperti itu masih terlihat dalam keluargaku ini,kasih persaudaraan sejati dan toleransi adalah budaya yg dititahkan oleh Alm.Ayahhanda kami.Beliau keras dalam mendidik kami hinggah ia pergi meninggalkan kami dengan damai pula.

Nama desaku adalah desa karuni dari nama sebuah kampong didesa itu, yg terletak di bujur timur Indonesia kabupaten sumba barat daya profinsi NTT(±seperti itu).
Konon katanya, nama itu adalah hasil kreasi orang belanda dizaman penjajahan dimana dulunya dikampung itu terdapat pohon yang bernama “karunia”.singkatnya seperti itu.
Pada umumnya mata pecaharian orang-orang didesaku adalah pertanian, pertenakan. dan perikanan adalah mata pencaharian sampingan.

Kesenjangan social diantara mereka tak begitu terasa oleh karena tatanan budayanya yang begitu erat.kesehariannya adalah bercocok tanam dan berternak adalah warisan nenek moyang kami.suka dan duka antara mereka tentu harus saling dirasakan. Mereka sangat mengharagai alam  karena hidup mereka tergantung pada alam.kehidupan yang ramah pada sesama dan pada alam adalah salah satu kearifan local yang perlu dipertahankan.
menjujung tinggih tatakarama budaya adalah utama diwarisakan pada anak cucu mereka.saya sangat terpesona dengan semua itu.DSC01687

Pagi itu aku termenung sejenak mebandingkan pengelaman aku di rantauan, yang jau beda dengan disini.disini aku menikmati udara segar dan sejuk dibandingkan dikota ynag penuh dengan polusi dan pemanasan global.hmm.. aku jadi gelisa terhadap hari esok desaku ini seperti  lagu om iwan fals “ujung aspal pondok gede”
Di kamar ini aku dilahirkan
Di bale bambu buah tangan bapakku
Di rumah ini aku dibesarkan
Dibelai mesra lentik jari ibuku
Nama dusunku ujung aspal pondok gede
Rimbun dan anggun
Ramah senyum penghuni dusunku

Kambing sembilan motor tiga
Bapak punya
Ladangnya luas habis sudah sebagai gantinya

Sampai saat tanah moyangku
Tersentuh sebuah rencana
Demi serakahnya kota
Terlihat murung wajah pribumi
Terdengar langkah hewan bernyanyi

Di depan masjid
Samping rumah wakil pak lurah
Tempat dulu kami bermain
Mengisi cerahnya hari

Namun sebentar lagi
Angkuh tembok pabrik berdiri
Satu persatu sahabat pergi
Dan tak kan pernah kembali

Hari sudah semakin siang, merekapun bergegas melakukan kegitannya seperti sedia kalanya orang2 didesaku.begitupun sy beranjak dari tempat dudukku dan mulai berjalan-jalan disepanjang pekarangan rumahku, halaman rumahku yang sudah sekian lama kutinggalkan.dan senangnya aku hari ini biasa berkumpun dengan mereka lagi,merasakan suasana mereka yg begitu damai.

Inilah hari pertama diliburanku di desa tercinta… ~BERSAMBUNG….
Oleh.Karedy13645

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s