PRABOWO(PRAHARA) WARISAN KAPITALISME DAN ORDE BARU


Bulan November 1967, Jenderal Suharto yang telah sukses mengkudeta Bung Karno, mengirim satu tim ekonomi yang terdiri dari Prof. Sadli, Prof. Soemitro Djoyohadikusumoh(ayah prabowo), dan sejumlah profesor ekonomi lulusan Berkeley University AS-sebab itu tim ekonomi ini juga disebut sebagai ‘Berkeley Mafia’-ke Swiss. Mereka hendak menggelar pertemuan dengan sejumlah konglomerat dunia yang dipimpin Rockefeller.

Di Swiss, sebagaimana bisa dilihat dari film dokumenter karya John Pilger berjudul”The New Ruler of the World’ yang bisa didownload di situs youtube atau Dalam buku “ The New Ruler of the World “,karya John Pilger menggambarkan konferensi di Geneva, Swiss November tahun 1967. Dikatakan, Menyusul diperolehnya hadiah terbesar ( baca : turunnya Bung Karno ). The Time Life Corporation mensponsori konferensi istimewa yang dalam waktu 3 hari merancang mengambil alih kekayaan Indonesia.

Tim ekonomi suruhan Jenderal Suharto ini menggadaikan seluruh kekayaan alam negeri ini ke hadapan Rockefeler cs. Dengan seenak perutnya, mereka mengkavling-kavling bumi Nusantara dan memberikannya kepada pengusaha-pengusaha asing tersebut. Gunung emas di Papua diserahkan kepada Freeport, ladang minyak di Aceh kepada Exxon, dan sebagainya. Undang-Undang Penanaman Modal Asing (UU PMA) tahun 1967 pun dirancang di Swiss, menuruti kehendak para pengusaha2 tersebut.

Berawal dari keluarnya surat printah 11 maret(super semar) sebagai golden ticket soharto dan kloninya memberikan indonesia ini sebagai hadia berupa kue indonesia kepada corporasi kapitalis dalam jangka waktu 3 hari saja di jenewa_swiss.(baca juga keputusan MPRS XIII 1966)

Pada waktu itu ada begitu banyak lawyer Indonesia yang ‘ mumpuni ‘ termasuk Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo ayah PRABOWO, namun mereka sudah dihire oleh para korporasi, seperti Ali Budiardjo yang disodorkan Julius Tahija untuk membantu perundingan Freeport. Kelak Ali Budiardjo menjadi presiden direktur Freeport. Sebagaimana Julius Tahija yang menjadi orang nomor satu di Caltex tahun 66 karena dukungan Ibnu Sutowo dan Soeharto, setelah Angkatan Darat memveto usulan menasionalisasi Caltex pada akhir 1965.

Inilah dasar pemikiran saya bahwa prabowo adalah warisan orba dan kapitalisme. dalam nadirnya mengalir darah kapitalisme dari ayahnya dan otoriter dari mertuanya soeharto yg diktator dan menenggelamkan nilai2 humanis, yang sebagimana seharusnya manusia adalah Roh pergerakan demokrasi yg berjalan benar. Prabowo adalah penganut fasisme sebagaimana apa yg ditulis Allan nairn dalam blog pribadinya. Ia berkisah bahwa dari pembicaraan dengan Prabowo media 2001 dijelaskan posisi Indonesia yang belum siap untuk berdemokrasi sebab Indonesia saat itu masih dihuni oleh kelompok-kelompok pelaku kekerasan sehingga masih dibutuhkan rezim otoriter yang bersifat lunak. dari sini kita bisa melihat dengan jelas bahwa prabowo adalah penganut fasisme seperti yang terjadi di jerman pada masa kekuasaan Hitler dengan partai Nazi kebanggannya dan juga prabowo adalah warisan Orba jaman kejayaannya..

prabowo1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s